menyusun struktur gaji

19 02 2012

ilustrasi_naik_gajiGrading system, kepangkatan, struktur gaji, posisi, jabatan dan struktur organisasi dan banyak kalimat lainnya yang biasanya jadi perdebatan internal hrd kini banyak dibicarakan kalau mau tidak dibilang digosipkan para pekerja juga serikat pekerja. Semua kegalauan pekerja muaranya tentunya sudah bisa ditebak yaitu GAJI!!!

Yup saat ini gaji dan tunjangan yang berbentuk uang yang diterima setiap bulannya secara teratur masih tetap merupakan elemen kunci dalam memotivasi orang bekerja. Gaji yang angka nolnya paling banyak dibelakang akan membuat kita semakin sumringah, sebab kita bekerja dari pagi hingga petang lantaran berharap agar gaji yang diterima bisa terus merangkak naik.

Meski sama-sama staff tapi ada perbedaan gaji yang didapat antar orang IT dengan HRD. Mengapa? Disinilah kita perlu mengenal konsep keren orang hrd yang disebut “3 P”: pay for position, pay for person dan pay for performance. Tulisan saya ini hanya membahas pay yang pertama saja

Pay for position artinya gaji yang diberikan perusahaan mengacu pada harga sebuah posisi atau jabatan. Kenapa misalnya gaji staff hrd lebih rendah dibanding staff IT misalnya (*curcol). Di sinilah diperlukan perhitungan job value, yang menjadi nilai standar untuk membandingkan bobot pekerjaan dari bidang yang berbeda-beda. Sebab berdasarkan konsep job value, posisi IT dianggap memiliki value yang tinggi dibanding posisi HRD.

Setiap posisi memiliki bobot tergantung tanggung jawab dan otoritasnya. Bobot menentukan nilai remunerasi yang pantas untuk posisi tersebut. Beberapa posisi bisa dikelompokkan tingkatan yang setara karena memiliki bobot yang sama. Nah inilah yang disebut grading system.

Ada banyak metode menghitung job value (silahkan googling), tapi biasanya dihitung berdasarkan 3 hal yaitu seberapa tinggi tingkat kesulitannya, apa pengaruh jabatan tersebut terhadap pendapatan/finansial kantor dan seberapa banyak jabatan tersebut tersedia di pasaran.

Ketiga faktor tersebut dan ditambah faktor tambahan lainnya yang dianggap relevan dibobotkan menjadi angka, lantas diutak-atik dan diramu dalam perhitungan tertentu dan keluarannya adalah sebuah nilai, job value. Dengan perhitungan yang ada maka misalnya didapat Staff HRD=25, Staff IT=30, Sales 40 dan seterusnya.

Dengan keluarnya angka-angka baku tersebut, maka perusahaan dengan mudah menentukan gaji hrd lebih kecil dibanding dengan IT. Lebih jauh lagi tujuan dari job value tentunya adalah menentukan jenjang karing atau yang biasa disebut grading system dalam perusahaan.

Adilkah ini? tentunya ini akan menjadi perdebatan terus menerus dan kajian yang  mendalam untuk terus memperbaiki konsep-konsep hrd yang ada.

Perusahaan yang menerapkan grading system tanpa adanya analisa jabatan (job value) yang jelas dan metode yang kuat melatarbelakanginya, dengan kata lain hanya mengkotak-kotakkan atau mengelompokkan gaji yang ada jangan berharap akan menghilangkan kegalauan karyawan.


1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Sharing is caring
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Actions

Information



6 responses to “menyusun struktur gaji”

20 02 2012
  gajah_pesing (07:29:38) :

pertamax gan.. *niru milist* :p
besar kemungkinan naik gaji dong… :D

[Reply]

@fernandi_a Reply:

KEDUAX !!!!

[Reply]

20 02 2012
  Herbal (09:13:18) :

gaji yang penting bisa memenuhi kebutuhan hidup.

[Reply]

20 02 2012
  gardino (11:40:42) :

Saya pikir justru cara renumerasi begitu yang paling adil. Karena apa yang dikerjakan dan penting nggaknya yang jadi patokan standar gajinya

[Reply]

20 02 2012
  cs pesan kaos (11:53:05) :

Terima KAsih sharingnya GAN…
Semoga GAji Kita semua semakin nambah “0″ di belakangnya terus hehehe
salam dr tim : http://pesankaos.blogdetik.com

[Reply]

24 03 2012
  kw (07:40:02) :

wow jadi hrd dianggap lebih tidak penting daripada orang IT? hohohohoho protes dong…..

[Reply]

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>